TALKING TO THE MOON
EPISODE. 02
Episode
sebelumnya :
TALKING
TO THE MOON
Aku selalu memandangi
bulan setiap kali aku datang ke tempat ini (pantai) sambil mengingat – ingat
kenangan indah itu.
“bulan…, apa aku bisa mendapatkan
kebahagian lagi?, apa aku bisa berkumpul dengan keluarga yang penuh canda &
tawa (bahagia)?”
“bulan…, apa kamu bisa memutar waktu?, aku ingin waktu ini di putar ke masa lalu, dimasa keluarga aku penuh dengan canda & tawa (bahagia)aku tidak ingin hidup seperti ini”
“bulan…, apa aku bisa bertemu dengan ibuku lagi?”
“bulan, bulan, bulan. Aku ingin mendapatkan kebahagian lagi, aku ingin keluarga ini berkumpul kembali dengan bahagia, dan tidak akan pernah bisa terpisahkan sampai kapanpun”
“apa aku bisa mendapatkan itu semua???”
“bulan…, apa kamu bisa memutar waktu?, aku ingin waktu ini di putar ke masa lalu, dimasa keluarga aku penuh dengan canda & tawa (bahagia)aku tidak ingin hidup seperti ini”
“bulan…, apa aku bisa bertemu dengan ibuku lagi?”
“bulan, bulan, bulan. Aku ingin mendapatkan kebahagian lagi, aku ingin keluarga ini berkumpul kembali dengan bahagia, dan tidak akan pernah bisa terpisahkan sampai kapanpun”
“apa aku bisa mendapatkan itu semua???”
Please Play YouTube :
TALKING
TO THE MOON
episode. 02
episode. 02
AKU BENCI
KEADAAN INI
Aku benci saat kedua orang tuaku bercerai, aku
benci, sedih, kesal (marah) saat keluarga ini hancur. Aku sama sekali tidak
menyukai keadaan ini, tetapi apa yang bisa ku lakukkan???, aku hanya bisa
berdoa agar keluarga ini bisa kembali seperti dulu lagi. Bahagia, bersama, tertawa & selalu bersama – sama.
aku selalu berusaha mencari dimana keberadaan ibuku, aku selalu mencari cara bagaimana caranya agar keluarga ini bisa berkumpul lagi seperti dulu.
aku selalu berusaha mencari dimana keberadaan ibuku, aku selalu mencari cara bagaimana caranya agar keluarga ini bisa berkumpul lagi seperti dulu.
I DON’T NOW
Aku tidak tahu. Apakah, ayah akan senang jika aku
berusaha membuat keluarga ini berkumpul lagi. Karna cara aku ini tidak aku
beritahu kepada ayahku.
aku tidak tahu dimana keberadaan ibuku sekarang. Karna ibuku sudah meninggalkan rumah rumah ini sejak umurku 7 tahu, berarti ibuku sudah meninggalkanku sudah 9 tahun.
aku tidak tahu apakah selama ini ibuku merindukanku?, seperti aku merindukannya. Aku tidak tahu apakah semua hal ini akan hilang (keluarga yang hancur)?, tetapi aku juga tidak tahu dengan pasti. Mungkin saja kelarga ini bisa seperti dulu lagi.
ya, dan aku akan selalu yakin, bahwa keluarga ini bisa seperti dulu lagi.
aku tidak tahu dimana keberadaan ibuku sekarang. Karna ibuku sudah meninggalkan rumah rumah ini sejak umurku 7 tahu, berarti ibuku sudah meninggalkanku sudah 9 tahun.
aku tidak tahu apakah selama ini ibuku merindukanku?, seperti aku merindukannya. Aku tidak tahu apakah semua hal ini akan hilang (keluarga yang hancur)?, tetapi aku juga tidak tahu dengan pasti. Mungkin saja kelarga ini bisa seperti dulu lagi.
ya, dan aku akan selalu yakin, bahwa keluarga ini bisa seperti dulu lagi.
BERBICARA DENGAN
AYAH
Setelah kedua orang tua aku sudah berpisah, aku
jarang sekali berbicara dengan ayahku, Walupun kami tinggal di dalam rumah yang
sama, tetapi kami tidak pernah berbicara sedikit pun. Ya, seperti yang sudah
aku katakan, hubungan aku dengan ayahku menjadi renggang ketika kedua orang
tuaku berpisah. Ayahku akan berbicara kepadaku ketika ia sedang memarahiku, dan
ketika aku akan pergi untuk mencari keberadaan ibuku. Dan aku, tidak pernah
berbicara kepadanya, aku hanya ingin berbicara kepadanya saat aku melihat
ayahku sedang bermain dengan perempuan lain.
tetapi kali ini berbeda. Kali ini Ayah memanggilku, untuk berbicara serius kepadaku 4 mata. Aku juga tidak mengetahui apa yang ingin ayah katakan kepada ku, tetapi firasatku berkata bagus akan hal yang ingin ayah katakan kepadaku.
tetapi kali ini berbeda. Kali ini Ayah memanggilku, untuk berbicara serius kepadaku 4 mata. Aku juga tidak mengetahui apa yang ingin ayah katakan kepada ku, tetapi firasatku berkata bagus akan hal yang ingin ayah katakan kepadaku.
“min
hwa!!!” (papah)
aku tidak menjawab panggillannya, tetapi aku langsung berjalan ke ruang keluarga. Dimana ayah sedang duduk disana, sambil menungguku.
“duduk disini” (pinta papah, kepadaku)
“aku tidak mau” (jawabku)
“papah tau, mungkin selama Sembilan tahun ini papah tidak pernah memperdulikanmu. papah hanya memperdulikan perusahaan papah bahkan papah juga hanya bisa mempermainkan wanita lain” (papah shin min hwa)
“maksud papah apa?, kenapa tiba – tiba papah berbicara seperti itu?” (shin min hwa)
“papah tidak ada maksud apa – apa, papah hanya ingin hubungan kita kembali seperti dulu lagi” (papah shin min hwa)
“kenapa papah tiba – tiba berbicara seperti itu?, bukannya dulu papah itu tidak pernah mau berbicara kepada ku. Bahkan ketika aku berumur 8 tahun, saat aku ingin menunjukan hasil gambaran aku, ayah selalu berkata kepadaku untuk tidak pernah menunjukan semua hasil karyaku kepada ayah. ayah juga berkata kepadaku untuk tidak pernah berbicara kepada ayah lagi, dan ayah juga selalu berkata kepadaku agar aku menganggap ayah seperti tidak pernah kenal. itu semua ayah lakukkan dan ayah katakan kepadaku ketika ayah sudah berpisah oleh mamah. Apa sekarang aku akan diusir dari rumah ini juga?, seperti ayah memp,erlakukkan mamah?” (shin min hwa)
“min hwa…, papah tidak bermaksud seperti itu kepadamu. Maafkan ayah jika selama ini ayah melarang kamu untuk mencari atau bertemu mamah kamu. Papah hanya tidak mau kamu tinggal bersama mamah kamu yang hanya bisa menghabiskan uang untuk kebutuhannya saja. Ayah hanya ingin kamu mendapatkan kehidupan yang baik, dan pendidikan yang baik” (papah shin min hwa)
“apa papah tidak merasa bersalah, jika papah mempermainkan perempuan lain?, apa papah tidak merasa bersalah jika papah memperlakukkan aku seperti bukan papah anak papah sendiri?, apa papah tidak pernah merasa bersalah akan hal seperti itu?” (shin min hwa)
“iya, papah merasa sangat sangat bersalah akan hal itu, tetapi apa kamu tidak bisa memaafkan papah?. Papah akan berusaha sebisa mungkin untuk memperbaiki kesalahan papah selama ini. Dan papah janji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi” (papah shin min hwa)
“iya, tetapi aku ingin kita bisa berkumpul bersama lagi. Jadi ayah tidak boleh melarang aku untuk bertemu atau mencari mam” (shin min hwa)
“iya, papah tidak akan menghalangi kamu untuk bertemu atau mencari mamah kamu” (papah shin min hwa)
“makasih papah. Aku berharap ini bukan mimpi” (shin min hwa)
“iya sayang.” (papah shin min hwa)
aku tidak menjawab panggillannya, tetapi aku langsung berjalan ke ruang keluarga. Dimana ayah sedang duduk disana, sambil menungguku.
“duduk disini” (pinta papah, kepadaku)
“aku tidak mau” (jawabku)
“papah tau, mungkin selama Sembilan tahun ini papah tidak pernah memperdulikanmu. papah hanya memperdulikan perusahaan papah bahkan papah juga hanya bisa mempermainkan wanita lain” (papah shin min hwa)
“maksud papah apa?, kenapa tiba – tiba papah berbicara seperti itu?” (shin min hwa)
“papah tidak ada maksud apa – apa, papah hanya ingin hubungan kita kembali seperti dulu lagi” (papah shin min hwa)
“kenapa papah tiba – tiba berbicara seperti itu?, bukannya dulu papah itu tidak pernah mau berbicara kepada ku. Bahkan ketika aku berumur 8 tahun, saat aku ingin menunjukan hasil gambaran aku, ayah selalu berkata kepadaku untuk tidak pernah menunjukan semua hasil karyaku kepada ayah. ayah juga berkata kepadaku untuk tidak pernah berbicara kepada ayah lagi, dan ayah juga selalu berkata kepadaku agar aku menganggap ayah seperti tidak pernah kenal. itu semua ayah lakukkan dan ayah katakan kepadaku ketika ayah sudah berpisah oleh mamah. Apa sekarang aku akan diusir dari rumah ini juga?, seperti ayah memp,erlakukkan mamah?” (shin min hwa)
“min hwa…, papah tidak bermaksud seperti itu kepadamu. Maafkan ayah jika selama ini ayah melarang kamu untuk mencari atau bertemu mamah kamu. Papah hanya tidak mau kamu tinggal bersama mamah kamu yang hanya bisa menghabiskan uang untuk kebutuhannya saja. Ayah hanya ingin kamu mendapatkan kehidupan yang baik, dan pendidikan yang baik” (papah shin min hwa)
“apa papah tidak merasa bersalah, jika papah mempermainkan perempuan lain?, apa papah tidak merasa bersalah jika papah memperlakukkan aku seperti bukan papah anak papah sendiri?, apa papah tidak pernah merasa bersalah akan hal seperti itu?” (shin min hwa)
“iya, papah merasa sangat sangat bersalah akan hal itu, tetapi apa kamu tidak bisa memaafkan papah?. Papah akan berusaha sebisa mungkin untuk memperbaiki kesalahan papah selama ini. Dan papah janji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi” (papah shin min hwa)
“iya, tetapi aku ingin kita bisa berkumpul bersama lagi. Jadi ayah tidak boleh melarang aku untuk bertemu atau mencari mam” (shin min hwa)
“iya, papah tidak akan menghalangi kamu untuk bertemu atau mencari mamah kamu” (papah shin min hwa)
“makasih papah. Aku berharap ini bukan mimpi” (shin min hwa)
“iya sayang.” (papah shin min hwa)
Aku tidak tahu ini mimpi atau bukan, tetapi aku
berharap agar ini kenyataan bukan mimpi…
I’M
HAPPY
Kali ini aku sangat bahagia, karna apa yang papah katakan
itu bukan mimpi, melainkan itu kenyataan…
aku mempunyai kesempatan untuk menncari mamah dan bertemu dengannya, walaupun
aku tidak tahu, mamah ingin bertemu dengan aku atau tidak, tetapi aku akan
berusaha sebisa mugkin. Karna ini kesempatan besar untuk ku, dan aku akan
berusaha agar keluarga ini berkupul lagi.
BERKUMPUL
KEMBALI
Setelah 9 tahun keluarga ini berpisah akhirnya saat –
saat yang aku inginkan telah kembali. Ya, keluarga ini sudah berkumpul seperti
dulu lagi. Tertawa bersama, makan bersama, bercerita bersama dan lain
sebagainya. I’M HAPPY…
aku bertemu dengan mamahku saat aku dan papahku sedang dalam perjalanan menuju busan naik kendaraan kereta. saat aku dan ayahku sedang duduk di kereta tiba – tiba seseorang melewati papah, dan saat itu aku menyadari bahwa itu adalah mamah….
dan saat itu juga mamah mengenali aku dan papah.
setelah perjalanan itu kami semua memutuskan untuk, memperbaiki hubungan keluarga ini…..
I’M HAPPY….
aku bertemu dengan mamahku saat aku dan papahku sedang dalam perjalanan menuju busan naik kendaraan kereta. saat aku dan ayahku sedang duduk di kereta tiba – tiba seseorang melewati papah, dan saat itu aku menyadari bahwa itu adalah mamah….
dan saat itu juga mamah mengenali aku dan papah.
setelah perjalanan itu kami semua memutuskan untuk, memperbaiki hubungan keluarga ini…..
I’M HAPPY….
TALKING
TO THE MOON
“terima
kasih bulan…”
“terima kasih, karna sekarang keluarga ini sudah bisa berkumpul seperti dulu”
“terima kasih, karna sekarang keluarga ini sudah bisa berkumpul seperti dulu”
Thank
you moon….
Dan sekarang aku tidak perlu memendam perasaanku,
karna kini aku sudah bisa menceritakkan perasaanku kepada mamahku…..
IM
HAPPY…
TENTANG
PENULIS
Makasih temen
– temen yang sudah meluangkan waktu kalian untuk membaca cerita “talking
to the moon” sampai selesai. Talking
to the moon ep. 02 ini adalah episode terakhir talking to the moon. Sekali
lagi saya ucapkan terima kasih ya sebanyak – banyaknya untuk temen – temen
sampai bertemu di cerita selanjunya…
THANK YOU ALL..
|
|
