TALKING TO THE MOON
TALKING
TO THE MOON
KATA
PENGANTAR:
”talking to the moon” kalian pasti tau kata – kata itu. Ya, karna itu adalah judul sebuah lagu yang di nyanyikan oleh “Bruno mars”. Tetapi kali ini saya bukan mau membuat lirik lagu bruno mars atau membahas tentang Bruno mars. Melainkan saya akan membuat kisah atau cerita tentang “talking to the moon”. Penasaran???, yuk langsung di baca ceritanya.
”talking to the moon” kalian pasti tau kata – kata itu. Ya, karna itu adalah judul sebuah lagu yang di nyanyikan oleh “Bruno mars”. Tetapi kali ini saya bukan mau membuat lirik lagu bruno mars atau membahas tentang Bruno mars. Melainkan saya akan membuat kisah atau cerita tentang “talking to the moon”. Penasaran???, yuk langsung di baca ceritanya.
PEMBUKAAN
Aku ingin berbicara bersama bulan, ya, walau itu
terdengar aneh bagi kalian. Tapi bagiku itu lebih baik, dari pada aku harus
berbicara pada seseorang yang tidak dapat ku percaya. Ya, hanya bulanlah yang
bisaku percaya. Maka dari itu aku memilih berbicara kepada bulan. Bulan, bulan,
dan bulan…..
Aku terlahir dari keluarga yang berada, bahkan
sangat berada. Karna ayahku adalah seorang pengusaha sukses di korea.dan ibuku,
hanya bisa menghabiskan uang. Dan aku….
aku adalah seorang remaja perempuan yang terlahir dari keluarga yang berada (kaya), aku juga anak yang pendiam tetapi aku adalah anak yang pintar, dan aku juga tidak suka bergaul dengan siapapun. Bukan berarti aku membenci semua orang, tetapi aku hanya tidak ingin bergaul dengan siapapun.
tetapi aku selalu dianggap bahwa aku adalah orang yang sombong (karna tidak suka bergaul), sebenarnya apa yang mereka pikirkan itu salah. Mereka semua hanya melihatku dari luarnya saja, itulah yang aku tidak suka dengan sifat mereka semua.
aku adalah seorang remaja perempuan yang terlahir dari keluarga yang berada (kaya), aku juga anak yang pendiam tetapi aku adalah anak yang pintar, dan aku juga tidak suka bergaul dengan siapapun. Bukan berarti aku membenci semua orang, tetapi aku hanya tidak ingin bergaul dengan siapapun.
tetapi aku selalu dianggap bahwa aku adalah orang yang sombong (karna tidak suka bergaul), sebenarnya apa yang mereka pikirkan itu salah. Mereka semua hanya melihatku dari luarnya saja, itulah yang aku tidak suka dengan sifat mereka semua.
Walaupun aku terlahir dari keluarga yang berada, tetap
saja aku merasa tidak nyaman berada di keluarga ini. Karna….., kedua orang
tuaku hanya memikirkan uang, uang, dan uang. Itulah yang mereka pikirkan. Bagi mereka
tanpa uang, maka tak bisa hidup. Sebenarnya perkataan mereka semua itu salah.
Tetapi aku juga bukan manusia yang selalu benar. Aku
hanya seorang anak remaja perempuan yang masih banyak belajar dari orang yang
lebih tua dari aku. Dan kini saatnya aku menceritakan kisah tentang “talking
to the moom”.
AWAL
Namaku adalah shin min hwa, aku biasa dipangggil min
hwa, dan aku lahir di Negara“korea”.
Ayahku berasal dari Negara “germany”
dan ibuku berasal dari Negara “korea”. Dan
ayahku seorang pengusaha sukses di korea. Awalnya keluarga kami hidup bahagia,
tetapi setelah ayahku menjadi pengusaha sukses, ibuku selalu menghabiskan jatah
uang dari ayah, yang seharusnya untuk 1 bulan, tetapi ini justru habis dalam
waktu 1 minggu. Setelah kejadian itu, ayah selalu memarahi ibu, dan karna
kejadian itu keluarga kami sudah tidak bahagia lagi. Itu semua karna UANG…., keluarga kami menjadi hancur
semenjak umurku 7 tahun. Dan saat usia masih kecil seperti itu, aku sudah
melihat pertengkaran seperti itu. Aku selalu berharap agar kenangan yang indah
di keluargaku itu kembali lagi, tapi nyatanya. Itu semua tambah hancur. Ya,
dengan kata lain ayah, dan ibuku “bercerai”. Aku tidak pernah
menyangka bahwa hal seperi itu akan terjadi, dan aku juga tidak pernah berharap
ayah dan ibuku melakukan hal seperti itu. Kini aku tinggal bersama ayahku, dan
ibuku…. Dia sudah pergi dari rumah lalu menikah lagi dengan seseorang. Ya, aku
tidak tau siapa orang yang dinikahi ibuku, karna aku saat itu tidak di undang
ke acara pernikahannya. Andai aku tidak terlahir dari keluarga ini, pasti aku
tidak akan merasakan hal seperti ini, tetapi hal yang kurasakan justru kebahagian. Aku ingin hidup di keluarga
yang penuh dengan kebersamaan, canda
& tawa, dan kebahagian.
SEKOLAH
Aku sekolah di “hannyoung high school” di sana
(sekolah) aku mendapatkan banyak teman, tetapi aku jarang berbicara kepada
teman – temanku, ya, karna aku tidak
terlalu suka bergaul.
teman – teman aku selalu bertanya kepadaku, kenapa aku jarang sekali berbicara. Tettapi aku tidak pernah menjawab pertanyaan mereka, aku hanya memberikan senyuman kecil kepada mereka semua. Senyuman itu untuk memastikan mereka bahwa aku tidak marah kepada mereka.
di sekolah hanya aku anak yang terkaya, tetapi aku tidak pernah bangga akan hal itu. Mereka selalu memujiku, tetapi aku tidak suka jika aku di puji dalam hal seperti itu. Aku senang bila aku di puji karna keluargaku selalu bahagia tetapi kata – kata itu tidak pernah keluar dari mulut mereka. Yang keluar dari mulut mereka justru “ayah kamu kaya banget ya min hwa, aku jadi iri sama kamu”. Aku benci perkataan itu.
teman – teman aku selalu bertanya kepadaku, kenapa aku jarang sekali berbicara. Tettapi aku tidak pernah menjawab pertanyaan mereka, aku hanya memberikan senyuman kecil kepada mereka semua. Senyuman itu untuk memastikan mereka bahwa aku tidak marah kepada mereka.
di sekolah hanya aku anak yang terkaya, tetapi aku tidak pernah bangga akan hal itu. Mereka selalu memujiku, tetapi aku tidak suka jika aku di puji dalam hal seperti itu. Aku senang bila aku di puji karna keluargaku selalu bahagia tetapi kata – kata itu tidak pernah keluar dari mulut mereka. Yang keluar dari mulut mereka justru “ayah kamu kaya banget ya min hwa, aku jadi iri sama kamu”. Aku benci perkataan itu.
HOME
Rumah???, kini rumahku menjadi sangat sunyi, ya itu
semua semenjak perpisahan antara ayah dan ibuku. Sebelum mereka berpisah, rumah
ini selalu penuh dengan canda & tawa. Aku ingin rumah ini penuh dengan
canda & tawa kembali. Aku tidak ingin rumah ini menjadi sunyi. Apakah rumah
ini bisa penuh dengan canda & tawa kembali?. Atau justru rumah ini akan
tetap sunyi seperti ini?.
ME
AND DADDY
Setelah ayah dan ibuku berpisah. Hubungan aku dan
ayahku menjadi renggang ( walau aku dan ayahku tinggal satu rumah ). Ayahku
selalu pulang malam hari karna perkerjaannya dan juga karna bermain dengan
perempuan lain. Sedangkan aku?, aku pulang sekolah jam 05.00 sore. Aku selalu
menyiapkan segala kebutuhanku sendiri, walpun di rumah ini sudah ada pembantu. Tetapi
aaku tetap tidak mau. Yang ddi kerjakan oleh pembantuku hanya membersihkan rumah, mencuci baju, menjemur
pakaian. Selebihnya aku kerjakan itu sendiri. Ayahku tidak pernah
melarangku untuk keluar di malam hari, tetapi tetap saja aku tidak ingin
melakukkan itu ( keluar di malam hari ), ayahku tidak pernah melarangku sedikitpun
untuk melakukkan sesuatu, itu dia lakukkan karna dia (ayah) tidak memperdulikan
aku. Tetapi ayah pernah memarahiku karna satu hal, yaitu karna…. Aku mencoba
mencari dimana ibuku tinggal. Saat ayah tahu hal itu, aku langsung dimarahi
dengan kata – kata “kamu itu, masih beruntung
ayah kasih makan, ayah kasih tempat tinggal, ayah sekolahin dll, tapi kamu
justru lebih memilih ibu kamu yang tidak bisa memberi kamu apa – apa”. saat ayah memarahiku, aku hanya
terdiam. Karna aku juga tidak ingin melawan perkataan ayahku, yang sudah
memberikan aku fasilitas itu semua. Tetapi aku tetap berharap, agar keluargaku
kumpul bersama kembali dengan penuh canda & tawa kebahagian…
MUSIM
SALJU
Setiap musim salju, aku ayah, dan ibuku selalu
menghabiskan waktu bersama – sama, dan selalu pergi di sore hari untuk
memancing ikan di danau yang sudah tertutup oleh es, dan membawa pulang hasil
pancingannya, lalu dijadikan makanan (dimasak) oleh ibuku. Tetapi itu semua
sudah berakhir, ya, karna kejadian itu. Aku selalu mengiat – ingat kenangan
indah keluarga ini setiap kali aku sedang sedih. Karna jika aku mengiat – ingat
kenangan indah keluarga ini hati aku terasa lebih baik, walaupun ada juga rasa
sakitnya. Tetapi aku selalu memendam rasa sakit yang selama ini aku rasakan. Aku
bercerita tentang semua isi hati aku (perasaan), hanya kepada seseorang yang
aku percaya, dan itu adalah……
PANTAI
Aku selalu pergi ke pantai saat hati aku sedang
sedih, ya, itu aku lakukan untuk menghibur diri aku sendiri. Karna di pantai
itu tempat aku, aya, dan ibuku selalu berkumpul bersama sambil bercerita.
MIMPI
Saat aku sedang menikmati angina pantai di sore hari
tiba – tiba saja mataku tertutup perlahan – lahan (ingin tertidur). “mamah papah, lihat deh, aku berhasil
menangkap kupu – kupu, sekarang min hwa sudah bisa mengalahkan papah” (shin min
hwa)
“iya, anak papah sekarang sudah bisa mengalahkan papah. Itu tandanya anak papah sudah besar” (papah shin min hwa)
“berarti kalau anak papah sudah besar, itu tandanya tidak boleh menangis lagi. Kan min hwa sudah besar, jadinya harus kuat. Tidak boleh banyak menangis”(mamah shin min hwa)
“iya mamah, iya papah. Kan sebentar lagi min hwa sudah mau jadi perempuan dewasa seperti mamah” (shin min hwa)
“wah, anak papah sama mamah sekarang sudah besar ya. Semoga kamu makin pintar ya sayang” (mamah papah shin min hwa)
“oke” (shin min hwa)
“iya, anak papah sekarang sudah bisa mengalahkan papah. Itu tandanya anak papah sudah besar” (papah shin min hwa)
“berarti kalau anak papah sudah besar, itu tandanya tidak boleh menangis lagi. Kan min hwa sudah besar, jadinya harus kuat. Tidak boleh banyak menangis”(mamah shin min hwa)
“iya mamah, iya papah. Kan sebentar lagi min hwa sudah mau jadi perempuan dewasa seperti mamah” (shin min hwa)
“wah, anak papah sama mamah sekarang sudah besar ya. Semoga kamu makin pintar ya sayang” (mamah papah shin min hwa)
“oke” (shin min hwa)
“mamah
kalau min hwa sudah besar, min hwa mau jadi dokter” (shin min hwa)
“min hwa kenapa mau jadi dokter?” (mamah shin min hwa)
“supaya min hwa bisa nyembuhin orang yang lagi sakit, termasuk mamah sama papah” (shin min hwa)
“kalau min hwa mau jadi dokter, min hwa harus belajar yang rajin” (papah shin min hwa)
“iya, pah mah, min hwa pasti belajar yang rajin” (shin min hwa)
“min hwa kenapa mau jadi dokter?” (mamah shin min hwa)
“supaya min hwa bisa nyembuhin orang yang lagi sakit, termasuk mamah sama papah” (shin min hwa)
“kalau min hwa mau jadi dokter, min hwa harus belajar yang rajin” (papah shin min hwa)
“iya, pah mah, min hwa pasti belajar yang rajin” (shin min hwa)
“pergi
kamu dari rumah ini, aku sudah kesal melihat muka kamu yang hanya bisa menghabiskan uang yang sudah
aku dapatkan dengan susah payah” (papah shin min hwa)
“aku juga sudah tidak mau ada di rumah ini, aku juga sudah kesal melihat muka kamu yang hanya bisa pulang pagi karna sedang bermain dengan perempuan lain” (mamah shin min hwa)
“papah sama mamah jangan bertengkar” (shin min hwa)
“diam kamu, kamu hanya anak kecil yang tidak mengerti apa – apa” (papah shin min hwa)
“tapi min hwa tidak mau mamah pergi dari rumah” (shin min hwa)
“tau apa kamu haah?, kamu Cuma anak kecil yang bisanya bikin hidup orang susah” (papah shin min hwa)
“aku juga sudah tidak mau ada di rumah ini, aku juga sudah kesal melihat muka kamu yang hanya bisa pulang pagi karna sedang bermain dengan perempuan lain” (mamah shin min hwa)
“papah sama mamah jangan bertengkar” (shin min hwa)
“diam kamu, kamu hanya anak kecil yang tidak mengerti apa – apa” (papah shin min hwa)
“tapi min hwa tidak mau mamah pergi dari rumah” (shin min hwa)
“tau apa kamu haah?, kamu Cuma anak kecil yang bisanya bikin hidup orang susah” (papah shin min hwa)
“kenapa
aku harus mimpi itu lagi, apa tidak ada mimpi yang lain?” (terbangun dari tidur)
Kenapa aku harus bermimpi seperti itu lagi?, aku
lelah, aku hanya ingin melupakan semua kenangan buruk itu.
TALKING
TO THE MOON
Aku selalu memandangi
bulan setiap kali aku datang ke tempat ini (pantai) sambil mengingat – ingat kenangan
indah itu.
“bulan…, apa aku bisa mendapatkan
kebahagian lagi?, apa aku bisa berkumpul dengan keluarga yang penuh canda &
tawa (bahagia)?”
“bulan…, apa kamu bisa memutar waktu?, aku ingin waktu ini di putar ke masa lalu, dimasa keluarga aku penuh dengan canda & tawa (bahagia)aku tidak ingin hidup seperti ini”
“bulan…, apa aku bisa bertemu dengan ibuku lagi?”
“bulan, bulan, bulan. Aku ingin mendapatkan kebahagian lagi, aku ingin keluarga ini berkumpul kembali dengan bahagia, dan tidak akan pernah bisa terpisahkan sampai kapanpun”
“apa aku bisa mendapatkan itu semua???”
“bulan…, apa kamu bisa memutar waktu?, aku ingin waktu ini di putar ke masa lalu, dimasa keluarga aku penuh dengan canda & tawa (bahagia)aku tidak ingin hidup seperti ini”
“bulan…, apa aku bisa bertemu dengan ibuku lagi?”
“bulan, bulan, bulan. Aku ingin mendapatkan kebahagian lagi, aku ingin keluarga ini berkumpul kembali dengan bahagia, dan tidak akan pernah bisa terpisahkan sampai kapanpun”
“apa aku bisa mendapatkan itu semua???”
Aku ingin keluarga ini
kembali seperti dulu lagi, aku sangat mengingin kannya…..
TENTANG PENULIS
Haiii semuanya, maaf ya udah lama tidak upload,
sebab…., laptopnya error terus, jadinya data – data nya sering ke hapus
(sedihnya), oh iya, ceritafiksi22.blogspot.com sama mynewblogadrrescom.blogspot.com itu satu penulis ya teman – teman. Oh iya,
waktu itu saya sudah janji buat upload yang “in a dream” jika teman –
teman ada yang penasaran kenapa tidak di upload – upload yang in a dream, itu
karna masih dalam pembuatan. Karna saya hanya manusia biasa yang hanya
mempunyai 2 tangan dan hanaya mempunyai otak yang tidak terlalu terbuka
(sedihnya), jadinya yang “in a dream” belum bisa up
secepatnya, sekali lagi maaf ya temen – temen, nuna janji bakal di upload koq
cerita “in a dream”. Mohon kesabarannya ya temen – temen. Yang suka
sama cerita nuna boleh di subscribe (senyum), dan jangan lupa di kasih saran
ya. Masih ada kelanjutan ceritanya lhooo. Email
: mirzashafira1@gmail.com, yang ingin ngobrol bareng sama nuna
silahkan email ya. Sekilas dari saya TERIMA
KASIH untuk temen – temen yang sudah menyempatkan membaca cerita karangan
saya.
|
The End…
|
